Minggu, 26 Agustus 2012

HUJAN DAN KENANGAN



Oleh : Neehaya
Add caption

 
            Malam-malam di bawah naungan lampu penerang. Nina sendirian. Ia ia hempas perut dan lelah seharian. Ujung matanya melirik jarum jam. “pukul sepuluh”. Ia menarik napas panjang. “waktunya tidur…” gumamnya. Ia pejamkan mata lalu menjatuhkan diri ke atas hamparan sepray kusam.
            Baru beberapa detik saja, kedua alisnya menegang lagi. Ia menelan ludah dengan payah. Di balik kelopak, mata itu berkoar mencari alam raya. Terbuka sudah. Kini dia tidak lagi Memejam. Matanya berkaca-kaca melihat kenangan. Isi hatinya bergejolak hingga nafasnya tersendat. Lalu ia mendengar hujan. Kemudiaan bangun meninggalkan seprai kusam.
            “Menyukai hujan di bulan September” kalimat itu Nina ketik di dalam kotak status facebook. Beberapa menit kemudian komentar pun datang. Kali ini bernama Serenada.
            “Menyukai hujan kapanpun dan dimana pun karena hujan itu romantissss…. J
Nina membalas dan begitu pula seterusnya.
N         : “Hujan menjadi pelipur lara atau malah menjadi teman yang paling menyenangkan.  Ketika ingin menumpahkan tangis, merasa senasib dengan tangis. Hee.”.
S          :  “Bukaaannn… tapi hujan emang bawa suasana sejuk dan damai. Jadi kesannya romantis. Gak peduli apapun suasana hati. Yang terasa cuman nyaman…”
N         : “Hujan beri rasa nyaman buat Rena. Tapi hujan membuat guncangan bagi Nina… Hemmmm, anehnya tetap suka hujan.”
S          : “Setiap orang punya kenangan, dan setiap kenangan pasti akan terasa manis nantinya… apalagi ketika kita mengenangkan dalam suka.”
N         : “Setuju. Boleh ku bocorkan 1 rahasia sebagai investigasi kepercayaanku terhadapmu .. ada kasus sakit lumpuh gara-gara kena serangan kenangan! Hati-hatilah terhadap kenangan J
Serena mengacungkan 1 jempol untuk Nina. Lalu dia coment lagi.
S          : “Ada juga 1 kasus kesembuhan dari kanker karena bisikan kenangan..”
N         : “Hehe… kengan bagai pisau saja. Jadikan sudut pandang sebagai pegangan atau sebagai ujungnya yang tajam mematikan… kenangan bisa menyembuhkan tergantung bagaimana sudut pandang. Dan hujan seperti energy pembangkit kenangan.”
S          : “Orang pintar pasti menjadikan kenangan sebagai pegangan yang mendamaikan… J
            Nina mengacungkan 1 jempol untuk Serena. Mereka impas.
S          : “Iklaaaaaannnnnnnn…..”
N         : “Hehehe…. Dua professor pecinta hujan akan melanjutkan acara pada jam tayang yang sama. Seperti apa penghargaan dunia terhadap temuan mereka, tentang dahsyatnya kenangan dan hujan? Saksikanlah setelah iklaaannnn….”

Nina mulai mengantuk dan dia keluar dari layar facebook. Kini ia benar-benar tertidur pulas. Hingga pagi tiba, ia kembali menengok inbox terbaru. Ternyata dari Serena.
S          : “Ini serius! Kasusnya Ren sendiri yang mengalami… 1 tahun lalu divonis kanker otak stadium 3. Nyaris tidak ada harapan untuk bisa hidup, kecuali dengan operasi. Resikonya ada 3 :  Sembuh dengan amnesia, 50% sembuh dengan kerusakan fatal pada system kerja otak atau kematian di meja operasi. Ren nggak milih ketiganya. Karena takut . tapi bukan takut mati! Bukan juga takut gagal! Ren takut hidup tanpa memory. Karena itu sama kayak mati buat Ren… kemudian Ren mulai menuliskan semua hal indah dalam buku-buku kenangan.. berharap suatu saat ren akan membacanya dan mengingatnya satu persatu. Tapi apa yang terjadi… ternyata semua hal indah itu berhubungan dengan air dan hujan..  dan Ren mulai menulis dibalik tirai hujan.. semua memory hanya yang indah. Kamu tau apa yang terjadi? 1 bulan lalu ren mulai sadar kalau sakit dikepala ren jadi jarang muncul. Ctscan terakhir sebeleum idul fitri dan bilang tumor diotak ren mengecil. Bukan karena obat. Bukan karena operasi. Karena sikap positif yang timbul ketika memandang hujan. Ketika mengenang hal manis dan kebaikan. Otak akan mencari memory tersebut dan memprosesnya.. menyebabkan aliran darah ke otak membaik. Sirkulasi oksigen bagus dan system kerja tubuh positif.
Kesadaran Ren timbul. Sakit adalah ketika hati tidak mampu mencerna kejadian menjadi pelajaran dan penghargaan pada jiwa… sehingga kinerja tubuh terpengaruh karenanya.. jadi, semua berawal dari suasana hati.. so be smile.. setiap kita senyum ada 100 otot yang berkontraksi, aliran darah terbuka lebar dan nafas jadi teratur.”

Nina tertegun lama. Ia tidak tahu apa yang mesti diucapkan tapi akhirnya ia memutuskan untuk mengetik..
N         : “Waw.. Subhanalloh.. jadi ingat Film 1 liter of tears. Tapi sayang penderita yang lain belum tahu kekuatan kenangan positif seperti yang ren lakukan. Hujan/air memang memiliki power seperti penelitian yang dilakukan oleh orang jepang. Coba deh pengalaman ren diabadikan? Misal dibukukan?”

Balasan sudah terkirim. Tapi Nina masih melongo. Ia kembali membuka inbox dan membaca pesan Serena berulang-ulang. Sebelumnya Nina belum pernah bertautan dengan Serena. Maka tak heran Nina buru-buru mengintip dinding Serena. Dia klik info tentangnya. Ternyata dari DKI Jakarta. Nina menggeleng-geleng kepala. Nampaknya dia masih asing. Lalu ia kirim pesan terakhir.
N         : “Makasih benget ya Ren, udah share pengalaman yang istimewa ini. Aku sampe berulang-ulang baca tulisan kamu. Kaget dan salut… J

***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar